Facebook Twitter Gplus E-mail RSS
formats

Jelajah Gelanggang : Jelajahi dan Temukan UKM Pencak Silat Merpati Putih

Tak terasa hari kedua jelajah gelanggang telah usai, besok sudah hari yang ketiga atau hari terakhir acara ini. Mungkin juga hari terakhir bagi Mahasiswa Baru atau kita sebut dengan Gamada leluasa mencari informasi tentang Unik Kegiatan Mahasiswa atau kita sebut dengan UKM. Ya, disini UKM membuka diri kepada para Gamada dengan harapan agar Gamada menaruh hati padanya. Dalam dua hari ini di sini suasananya sangat berbeda dengan hari-hari biasanya.

10698482_10204720565958105_88739819882582785_n

Dua hari ini Gelanggang Mahasiswa penuh sesak oleh Gamada yang ingin mengikuti UKM yang ada di UGM, mereka ada yang berkeliling melihat-lihat sambil mencari UKM yang mereka minati atau ada pula yang memang mencari UKM tertentu yang kegiatannya sama dengan apa yang mereka ikuti sewaktu SMA. Berduyun-duyun mereka mereka mengunjungi kami, dan kami adalah salah satu UKM yang ada di UGM yaitu UKM Pencak Silat Merpati Putih.

Kami adalah UKM yang mendapatkan tempat dalam acara ini di dalam gedung olah raga Gelanggang Mahasiswa, tepatnya di sekretariat UKM Pencak Silat Merpati Putih itu sendiri. Posisi kami di tengah-tengah gedung diapit oleh dua UKM tetangga kami. Agar mudah dikenali, kami memajang foto-foto kegiatan di jendela-jendela Sekretariat UKM Pencak Silat Merpati Putih.

Sekilas tetang Merpati Putih, adalah sebuah perguruan pencak silat yang berasal dari Yogyakarta. Perguruan dengan nama lengkap Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih memiliki seragam berwarna putih dengan kerah berwarna merah, celana berwarna hitam, dan untuk calon anggota yaitu tingkat Dasar I mengenakan sabuk berwarna putih sedangkan untuk anggota yaitu tiangkat Dasar II keatas mengenakan sabuk berwarna merah. Perguruan ini mempunyai Padepokan yang berada di pesisir Pantai Parang Kusumo, disana kami sering kali berlatih sambil bersantai menikmati alam dan melepas penat suasana perkotaan. Oh ya, anggota kami juga tersebar di seruh Indonesia lho, bahkan malah ada pula yang berada di negara lain, dan setiap setahun sekali kami mengadakan acara untuk berkumpul di Padepokan ini.

Nah sekarang gimana temen-temen Gamada, hari ini hari terakhir Jelajah Gelanggang lho, rugi kalo belum mampir ke UKM Pencak Silat Merpati Putih. Kemarin sudah banyak lho yang mampir di sini dan sudah banyak juga yang mendaftar bergabung dengan Merpati Putih. Makanya hari terakhir ini dimanfaatkan untuk mengujungi kami dan bergabung bersama kami.

Eh, mungking bakalan bertanya nih tentang, “harus sudah punya dasar dulu gak sih buat bergabung dengan kami?” dan jawaban kami adalah, “gak perlu punya dasar kok, semua diajarkan dari nol, jadi gak usah takut buat bergabung dengan kami.”

10689733_798028350218492_6376295936625180958_n

“Mencari sampai mendapatkan tindakan yang benar dengan ketenangan”

Yuk mencari UKM Pencak Silat Merpati Putih di Jelajah Gelanggang, santai aja jangan tegang dan jangan terburu-buru tetap jaga ketenangan. Pokoknya jangan tegang, kami orangnya baik-baik kok dan kami juga ramah kok sama Gamada dan pengunjung lainnya. Gamada ayo gabung dengan kami, yang angkatan lama juga boleh gabung kok, yang dari umum juga boleh.

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 
formats

“Garang.. Katanya”

10363956_738290782858916_1497743072754023735_n

Merpati putih, mungkin kata yang tak asing ditelinga masyarakat Indonesia , khususnya dimata pecinta bela diri tangan kosong. Yaps, merpati putih adalah salah satu bela diri asli indonesia, produk lokal yang patut kita banggakan bro. Gimana tidak, bela diri yang merupakan cabang dari pencak silat ini sudah terkenal di seantero negri bahkan di dunia internasional pun mulai diperhitungkan, tak kalah deh sama taekwondo ataupun Jujutsu yang pada  dasarnya adalah bentuk-bentuk pembelaan diri yang bersifat defensif dan memanfaatkan “Yawara-gi” atau teknik-teknik yang bersifat fleksibel, dimana serangan dari lawan tidak dihadapi dengan kekuatan, melainkan dengan cara “menipu” lawan agar daya serangan tersebut dapat digunakan untuk mengalahkan dirinya sendiri. Kalo itu kelebihan Jujutsu. Well, Merpati Putih adalah penemuan unik dimana pada latihan kami tidak hanya meningkatkan kemampuan fisik, tetapi juga olah nafas.

Merpati Putih bukan cuma dipelajari oleh orang Indonesia, tapi juga orang-orang asing yang berminat mendalami beladiri tangan kosong asli Indonesia ini. Pengen bukti? Coba deh temen-temen kalau senin dan kamis jam 7 malam dateng ke Gelanggang Mahasiswa UGM,  disitu pasti kalian akan nemuin pendekar-pendekar garang, eits gak semuanya garang hloo, banyak kok pendekar-pendekar yang cantik,,hehe :D nah diantara temen-temen yang sedang latihan, terdapat 4 bule yang sedang mendalami bela diri ini. Yang 2 dari Prancis yang 2 lagi berasal dari Jerman. Kata mereka Merpati Putih itu keren,  gerakannya itu kaya orang lagi berantem tapi sambil menari, nah loh bayangin sendiri gimana indahnya gerakan fightnya :D

Tapi gak semuanya Merpati Putih Kolat UGM itu kegiatannya tendang-tendangan, pukul-pukulan ataupun patah-patahan (hehe :D) terkadang sekali waktu kita ngadain acara seru-seruan kaya naik gunung, jalan-jalan ke Dieng, upgrading dan yang terbaru si Futsal antar kolat se-Sleman. Tujuan utamanya sih untuk menguatkan rasa kekeluargaan dan rasa saling memiliki antar sesama anggota Merpati Putih, khususnya kolat UGM.  Bagi jomblo kegiatan semacam itu si kalo bisa dirutinin, biar ada kerjaan deh kalo sabtu malam, hehe Ingat, jomblo ngga punya malem minggu, punyanya sabtu malam (Fauzan, 2014) :D

10313946_738295619525099_3295218176775424267_n

Untuk acara futsal antar kolat se-Sleman, kegiatannya dilaksanakan hari Minggu, 11 Mei 2014. Di turnamen ini Merpati Putih kolat UGM bertekad untuk melanjutkan tradisi juara, karena suda 2 periode piala bergilir ini mampir ke “tetangga sebelah”. Untuk komposi pemain, dapat dikatakan komplit. Mulai dari penyerang, bek hingga kiper secara individual teknik permainannya cukup menjaanjikan, hanya saja kerja sama tim dan kondisi fisik yang mulai lelah membuat Merpati Putih kolat UGM gagal merebut piala bergilir itu dari tangan Merpati Putih kolat UII. Tak apalah, hasil tak akan mengingkari usaha, walaupun belum berhasil merebut juara 1, juara 3 setidaknya cukup mengobati rasa kecewa supporter dan pemain :D walau sempet latihan bersama, tapi komposisi pemain yang berbeda saat latihan dan tanding dilapangan mempuat sedikit miss komunikasi dan kurangnya koordinasi antar pemain. Tapi kerja keras dan semangat Merpati Putih kolat UGM bisa diacungi jempol. Juara futsalnya memang bukan kami, tapi untuk masalah semangat Merpati Putih kolat UGM adalah pemenangnya.

Dibalik semua itu turnamen futsal seperti ini, cukup efektif untuk mempererat tali persaudaraan antar Kolat Merpati Putih se-Sleman. Ya setidaknya bagi anggota baru, kegiatan seperti ini bisa sebagai ajang kenalan antar anggota Merpati Putih yang lain, seperti dari MAN, UII, Pogung dll. Bagi anggota lama, siapa tau melalui ajang ini bisa ketemu jodoh yang diidam-idamkan.. hehe :D di turnamen ini juga terlihat sisi lain dari seorang pesilat, kegarangannya ketika bertanding mengenakan seragam kebanggaan seolah luntur ketika berada diatas lapangan rumput sintetis 25×15 m. Keluwesan ketika memperagakan jurus MP berbanding terbalik ketika menghadapi bola, terlihat kekakuan yang diiringi dengan gelak tawa lepas penonton. Yaps semua peserta dan penonton futsal tertawa lepas dan terlihat senang ketika melihat tingkah laku ataupun teknik bermain yang lucu dari pemain. Kata “Garang” seolah hanya “katanya” jika melihat ekspersi dan tingkah laku lucu semua anggota Merpati Putih ketika berada diatas lapangan Futsal.  Semua peserta berbaur dan terlihat rasa kekeluargaan yang hangat antar kolat Merpati Putih se-Sleman.  Itulah lembaran kisah keluarga kecil kami, biarpun kita berbeda Universitas ataupun tingkatan, tapi kita semua adalah satu, yaitu keluarga.

 10255937_734509133237081_3791721009376963396_n

Terimakasih, salam seduluran…

[Fatikhul F ‘Azmi]

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 
formats

UPGRADING; MENJADIKAN KITA LEBIH TANGGUH, TANGGAP DAN TANGGON

1922306_734429009911760_533234500495394637_n

Upgading katanya Mas Wur (pelatih kita) berasal dari kata up yang berarti meningakatkan dan grade yang berarti kualitas. Nah jadi dapat disimpulkan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas kita dalam berorganisasi. Upgrading kali ini bertepatan dengan kegiatan makrab. Yaa, biar para pengurus dan anggota baru menjadi lebih dekat, lebih akrab, dan menjadi satu keluarga yang utuh. (eeeaaa :)).

Uprgrading kali ini dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 4 mei 2014. Peserta yang ikut cukup banyak. Pesertanya berjumlah sekitar 24. Yaa lumayan rame lah, dan keramain ini bisa menghapuskan kegalauan para jomblo-jomblo ini di malam minggu hehe :).

Acara pertama upgrading di mulai dengan pembukaan, alias baca do’a. setelah itu kita berbincang-bincang. Mencoba mendekatkan diri dan mengenal pribadi masing-masing dari para peserta. Sangat menarik bincang-bincang kita di sore menjelang malam itu. Cukup puas dengan perkenalan, saatnya ishoma dahulu. Sholat Isya’, kemudian makan malam bersama-sama.

Setelah kenyang dengan makan malam, kitapun melanjutkan kegiatan upgrading. Kegiatan pertama kita kali ini adalah diskusi permasalahan/kasus yang sering terjadi di suatu organisasi. Sangat menarik tema diskusi yang diangkat malam itu. Kita saling menanggapi setiap kasus yang dibahas. Tak ada yang mau mengalah dengan jawaban dan narasi masing-masing kelompok. Tak ada matinya diskusi kita malam itu.

10171058_734428523245142_6266741071181941050_n

Sekitar pukul 21.00, mas wur memberikan pengetahuan kepada kita tentang pentingnya suatu komunikasi di dalam suatu organisasi dan sifat yang harus di miliki seorang pengurus suatu organisasi. Jadi gini(eheeemtt, diperhatiin yaa :)) seorang pengurus organisasi itu cukup mempunyai 3 sifat yaitu berani, jujur dan setia. Gak usah muluk-muluk, asal kita mempunyai 3 sifat itu, organisasi yang kita jalani akan mudah untuk mencapai yang namanya sukses berorganisasi. Selain itu kita juga harus memiliki 3 prinsip, yang dinamakan 3T Tangguh, Tanggap, Tanggon.

Acara berlanjut dengan perjalanan malam. Lumayan seru, tapi ada seremnya juga sih.  Pengalaman pertama jalan-jalan malam bersama teman-teman Merpati Putih di wilayah UGM yang terkenal dengan “horror”nya. Merinding dikit, tapi itu melatih keberanian kita kok.

10178026_734428473245147_4823518397324201346_n

Pos pertama terletak di bawah tangga GSP. Di sini kita belajar berkomunikasi dengan leader tanpa bertatap muka langsung. Kita harus memahami keinginan mereka tanpa mengedepankan ego kita masing-masing.

Di pos kedua yaitu pos game, seru, kocak sehingga menimbulkan gelak canda tawa di antara peserta. Memecah keheningan malam di wilayah UGM. Di pos kedua kita juga mendapatkan hal yang tidak terduga. Kita semua anggota kelompok diperkenankan minum air putih yang diberikan oleh panitia. Namun, ada dua gelas air dengan rasa berbeda. Yang “beruntung” minum dua gelas air itu, hak bicaranya akan dicabut sampai waktu yang tidak ditentukan, alias nggak boleh  bicara. Dan ternyata yang “beruntung” meminum salah satu air itu aku, huhuhu :(. Hak bicarakupun dicabut sampai akhir perjalanan malam. Menjadi anak pendiam sementara waktu. Hal yang dapat diambil hikmahnya dari pos ini adalah kita harus memahami anggota kelompok kita yang pendiam, sedikit bicara, agar kita dapat berkomunikasi dengan baik dengan mereka.

Di pos ketiga adalah pos keberanian. Di sini keberanian kita diuji. Kita harus mencari kertas di tempat yang gelap. Seperti kata pelatih kita di awal kegiatan tadi, kita harus mempunyai sifat tangguh. berani mengahadapi segala ketakutan kita.

Di pos selanjutnya adalah pos kerjasama dengan anggota kelompok kita. Memecahkan suatu permasalah dengan kerjasama. Seperti halnya dalam sebuah organisasi sangat diperlukan suatu kerjasama agar masalah yang ada dapat teratasi.

Di akhir perjalanan malam, tepatnya di lembah, kita mencoba menyimpulkan apa yang kita dapat dari pos-pos yang kita lalui. Kita belajar betapa pentingnya arti sebuah loyalitas, sebuah tanggung jawab dan komunikasi dalam suatu organisasi. Waktu sudah menunjukkan pukul 03.30. sudah waktunya untuk kembali ke gelanggang dan beristirahat. Menyiapkan mental dan fisik untuk kegiatan esok harinya.

10333820_734429119911749_6848108058872927493_o

Keesokan harinya, kita memulai kegiatan pagi kita. Di awali dengan sholat subuh. Selanjutkan pemanasan. Merenggangkan otot-otot kita. Untuk sarapan pagi ini  para panitia menyiapkan suatu kejutan untuk kita. Berhubung hari ini adalah hari minggu (pasti ada sunmor) para peserta dibekali dengan uang Rp 10.000 per kelompok disuruh mencari sarapan sendiri di sunmor. Itu mencetak sifat mandiri para anggota kelompok.

Usai sarapan, berlanjut dengan permainan seru yang sudah dipersiapkan oleh Mas Mul. Menghibur, namun kita juga mendapatkan hal-hal positif dari permainan ini.

Acara upgrading berakhir pada pukul 09.00. memang melelahkan, tapi pelajaran dan pengalaman yang kita peroleh, mampu membayar kelelahan kita waktu itu.

[Eka Dewi Novriani]

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 
formats

Inilah Cerita DEMOku yang Pertama

10254997_731802483507746_2124089384643020975_nHaloo teman teman, aku Eka. Aku mau berbagi cerita sedikit nih tentang pengalaman demoku yang pertama. Eh, jangan kira itu demo yang anarkis yaa (kaya’ demo yang minta menurunkan harga BBM hehe :D). Ini demo ala anak merpati putih kok. Demo yg memampilkan tata gerak, tata nafas, dan pematahan.

Jadi gini (eheemt di perhatiin yaa :D) tanggal 28 april 2014, kita diundang demo di AMY. Tau AMY kan? Akademi Maritim Yogyakarta. Kami mempersiapkan demo itu 3 hari sebelum hari H. dalam hati kita masih agak ragu, ntar sukses gak yaa? Ntar bisa gak yaa? Soalnya Cuma ada waktu 3 hari buat persiapan. Huhuhu . Tapi kita yakin bisa kok. Yaa kita bisa :D.

Team demo kali ini terdiri dari 5 cewek dan 3 cowok. Salah satu anggota taem demo adalah anak AMY itu sendiri.

Latihan demopun dimulai. Dari persiapan gerak pembukaan. Jangan salah, kita (team demo) juga ada pelatihnya lho. selama 3 hari kita selalu latihan di gelanggang untuk mempersiapkan demo dengan matang.

Tanggal 28 Aprilpun tiba. Pukul 18:00 kita berkumpul di gelanggang untuk memantapkan tata gerak kita. Mempersiapkan segala sesuatunya untuk demo.

Pukul 20:30 kita berangkat menuju AMY. Sesampainya di sana, kita masih punya waktu sekitar 15 menit sebelum tampil. Mulai terasa dag dig dug, karena banyak di antara kita yang baru pertama kali merasakan demo. Tapi kita menghilangkan rasa dag dig dug itu dengan bercanda sebentar.

Pukul 20:45, semua siswa AMY sudah berkumpul di lapangan. Berbaris rapi.

Kitapun segera memulai demo. Demo di awali dengan gerak pembuka. Setelah itu 3 anak cewek menampilkan rangkaian gerak terikan dasar satu. Kini giliran anak cowok yang menampilkan tangkap kunci. Anak cewekpun juga tak kalah, kita juga menampilkan tangkap kunci, yang di tampilkan adalah tangkap kunci 1,2, dan 3.

Setelah tangkap kunci kita menampilkan gerak berpasangan. Penampilan berlanjut dengan menampilkan gerak seni IPSI, namun hanya gerak dengan golok saja. Biar mereka penasaran dan mau mempelajari gerak seni. Hehe J.Setelah penampilan gerak seni IPSI ada penampilan gerak dengan menggunakan senjata khas merpati putih, yaitu kudi.

Kini giliran cewek tangguh kita (mbak Fitri) dan para cowok memperagakan aplikasi silat di jalan saat melindungi diri. Kita menyebutnya dengan begal. Cukup menarik penampilannya saat itu.

Kita melakukan nafas pembinaan sebelum pematahan. Nafas pembinaan yang dilakukan adalah garuda, dorong tarik, dorong tarik kombinasi, dan listrik.

Penampilan terakhir kita adalah pematahan dragon. Dua dragon disiapkan untuk demo kali ini. Dan yang mematahkan dragon itu cewek. Yaa mungkin biar lebih menarik buat mereka :D.

Penampilan kita kali ini terbilang cukup sukses. Penonton bertepuk tangan cukup meriah. Puas, bangga, dan senang rasanya. Inilah cerita pertamaku mengikuti demo. Semoga di demo-demo selanjutkan akan sukses seperti ini juga. amin…

[Eka Dewi Novriani]

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 
formats

Kesan Pesan di Merpati Putih Kolat UGM

1484332_193439780848475_619747794_n

Haloo :D Namaku Arina Hasanah. Beberapa minggu yang lalu aku naik ke tingkat Dasar 2. Meski terhitung baru di Merpati Putih, sudah banyak hal yang bisa aku dapat dari perguruan ini. Tidak hanya ilmu beladiri silat saja, tapi juga persahabatan, pribadi yang lebih baik, dan pemahaman tentang hidup di dunia ini.

Aku ikut Merpati Putih Kolat UGM sejak bulan Oktober 2013. Saat itu Universitas Gadjah Mada sedang Gelex alias Gelanggang Expo yang mewadahi berbagai macam Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas ini, untuk merekrut anggota baru. Setelah membeli formulir pendaftaran, aku ikut latihan perdana hari Kamis.

Latihan pertama, aku bersama temanku telat. Buru-buru kami ke tempat latihan. Tentu saja kami dapat bonus push up dulu karena telat. Setelah itu kami ikuti rangkaian latihan perdana kami. Sewaktu latihan, karena semangat yang menggebu-gebu, nggak kerasa capeknya. Paginya juga nggak kerasa capek. Justru di latihan kedua dan ketiga di hari yang lain, aku merasa capek saat latihan. Capek banget T.T rasanya pengen ngomong sama pelatihnya kalo kami (baca: aku) pegel disuruh gerakan yang lama + megeli. Sejurus kemudian, pelatih kami berkata, “Latihan adalah pemaksaan. Agar tubuh kita terbiasa dengan gerakan-gerakan seperti ini. Kalau tidak dipaksa pada awalnya. Kapan terbiasanya?”. Makjleb. Pasti pelatihnya juga terbiasa dengan tabiat murid baru seperti kami yang selalu berpikiran bahwa ini capek bin megeli.

Nah, ucapan pelatih mulai terbukti di latihan berikutnya. Lama-lama, kami justru mendapatkan manfaat dari latihan kami itu. Badan jadi terasa segar, kaki yang lebih kuat untuk berjalan dan mengayuh sepeda, tidak ngantuk di ruang kuliah, pikiran yang tidak negative thinking terus dengan asisten pelatih. Hehe :p Pokoknya, justru kami (baca: aku) yang menunggu-nunggu saat-saat latihan.

1424542_654313581256637_1007874433_n

Untuk lebih mengenal antar teman seangkatan dan kakak-kakak tingkat, kakak-kakak tingkat ngadain acara malam keakraban tanggal 16-17 November 2013 buat kami :D Asik deh pokoknya. Ini kali pertama kami ke Padepokan Merpati Putih di Pantai Parang Kusumo. Woo jadi mbayangin bagaimana orang-orang dari luar Jogja tumpah ruah di padepokan ini kalo sedang acara besar MP :3 Ada acara besar yang diadakan setiap setahun sekali. Namanya Tradisi. Para pendekar Merpati Putih dari seluruh nusantara sampai yag ada di luar negeri, datang ke padepokan ini. Waktu aku lihat foto-fotonya, waw menginspirasi.

Paling seru adalah ketika kita melakukan gerakan kuda-kuda dan gerakan lain tepat di tepi pantai. Bahkan kaki kami ada di dalam air laut. :3 Uuuunyu pokoknya. Berasa macho ^^)9

1513246_670032493018079_1690263740_n

Sabuk pertama yang aku dapat adalah sabuk putih. Kami mengambil sabuk putih itu tanggal 22 Desember 2013 di STTA Yogyakarta. Kebetulan, pengambilan sabuk putih kami bersamaan dengan sarasehan dan latihan gabungan dengan kolat (kelompok latihan) lain. Acara Merpati Putih Cabang Sleman ini dimulai dari tanggal 21 Desember 2013.

Di acara tersebut, kami jadi lebih mengenal tentang sejarah merpati putih beserta orang-orang besar yang berkecimpung di dalamnya. Kami juga jadi mengenal pelatih-pelatih dan asisten-asisten pelatih dari kolat lain. Dan tentu saja, kami jadi mempunyai banyak teman baru dari kolat lain.

Meski badan lelah, kotor, dan bau, tapi keseruan-keseruan yang ada di acara ini membuat kami menikmati sampai di penghujung acara. Secara, kami juga sudah punya sabuk yang mengikat pinggang kami. Ada perasaan bangga tersendiri saat memakai seragam perguruan ini :) Aku jadi ingat bahwa pamanku adalah salah satu pendekar merpati putih. Rasanya senang bisa menjadi pewaris hobi beliau di garis keturunan keluarga besarku :)

Setiap kegiatan dan tantangan yang diberikan oleh kakak tingkat, semuanya memiliki makna yang bagus. Dan tentunya jiwa bijak yang ada dalam diri mereka juga berawal dari apa-apa yang sekarang kami rasa dan lakukan.

1888665_712921938729134_1533073464_n

Menjelang Ujian Kenaikan Tingkat, adalah saat-saat yang paling mencemaskan. Mungkin karena aku belum pernah ujian seperti ini sebelumnya. Jadi terasa sekali nervousnya. Kebetulan juga aku nggak ikut Uji Coba Kenaikan Tingkat yang diadakan di UPN. Karena ternyata, dua hari sebelum hari ujicoba, Jogja dilanda hujan debu. Gunung Merapi batuk-batuk. Jadi, semuanya berwana abu-abu karena tertutup debu. Aku juga harus pulang ke kampung halaman. Jadi sayang sekali aku nggak ikut ujicoba ini. Kata teman-teman yang  ikut, uji coba ini cukup memberikan gambaran tentang pematahan. Di sini disediakan balok es untuk dipatahkan. Jadi semuanya mengaplikasikan teknik pematahan yang sudah diajarkan pada saat latihan.

Ujian Kenaikan Tingkat bertempat di UGM bertepatan dengan tanggal 15-16 Maret 2014. Akhirnyaa ujian yang sudah kami persiapkan selama ini datang jugaa :D Kami diuji tentang pengetahuan Merpati Putih di ujian tertulis. Setelah itu diuji tentang gerak di ujian gerak. Di ujian ini terjadi kelucuan-kelucuan hingga beberapa dari kami jadi bahan tertawaan seusai acara. Karena ada saat mata kami ditutup dengan sabuk sehingga tidak bisa melihat dan kami diminta untuk melakukan rangkaian gerakan. Sudah bisa ditebak, gerakan kamu lucu bin amburadul.

Ujian di keesokan harinya adalah lari 10 kilometer. Wow, aku nggak pernah lari sejauh itu. Mana cuma dikasih makan choki-choki 10 detik dan setengah gelas air putih -_- tapi nggak papalah setidaknya masih ada air untuk membasahi kerongkongan sebelum lari sejauh itu. Setelah itu, langsung ujian pematahan di rumput bagian selatan hall gelanggang mahasiswa. Kali ini bukan balok es yang akan dipatahkan, tapi beton. Wow. Amazing. Seumur-umur aku belum pernah membayangkan diriku mematahkan benda-benda semacam itu. Mungkin biasanya matahin hati. *ups :p

Latihan hari kamis seusai UKT adalah latihan yang paling melegakan karena diumumkan hasil ujian kenaikan tingkat. Alhamdulillah kami lulus ujian :’D hiks terharu *lebay. Tapi eits, tanggal 29-30 Maret 2014 menunggu kami untuk pembajaan.

1013571_716733428347985_1612763491_n

Pembajaan ini dimaksudkan agar kami seperti baja. Kuat, tahan banting, dan terbiasa dengan keadaan-keadaan minimal. Ada acara yang cukup mengharukan dan menentramkan hati sekaligus membawa hati ini dekat Sang Pencipta. Saat kami mengantarkan matahari tenggelam dari atas gumuk pasir Parang Kusumo. Sambil memejamkan mata. Suara deburan ombak, semilir angin, dan gesekan-gesekan ranting kering di sekitar kami terasa begitu detail. Kesyahduan makin menigkat tatkala rintik hujan mulai turun. Saat kami beranjak kembali ke padepokan, aku melihat bekas di mana tadinya aku duduk sempurna. Apa yang aku renungkan tadi, benar-benar masuk ke hatiku.

Sabuk kedua kami adalah sabuk merah polos. Kami (baca: aku) mendapatkannya di gumuk pasir Parang Kusumo yang pasirnya benar-benar panass. Menggoreng kaki-kaki telanjang kami. Perjuangan sekali untuk mendapatkan sabuk ini. Ini lebih seru dibanding pengambilan sabuk putih. Apalagi saat berusaha memanjat bukit pasir yang lumayan tinggi dengan cara merayap. Pantat (maaf) kami nggak boleh naik. Yang otomatis membuat merayap kami makin susah -_- Nyebelinnya, kaki kami bakalan ditarik turun ke bawah lagi kalo sampai pantat kami naik-naik. Tapi, lambaian sabuk merah yang dipegang kakak tingkat seakan-akan menjadi obor yang membakar semangat kami untuk tetap berjuang. Meski tidak aku pungkiri, bahwa aku sudah terbakar oleh sinar matahari beserta pantulan dari pasir-pasir kering ini -_-

Fokus dan keseimbangan pun juga diuji setelah kami berhasil naik ke bukit, untuk benar-benar mendapatkan sabuk merah kami. Nah, rasakan sendiri kalau penasaran. Dijamin amazing meski waktu itu aku sempet dongkol sedikit. :p

1601044_694487987239196_623796183_n

Selain latihan-latihan wajib dan tetek bengek ujian, ada juga latihan tambahan seni dan fight. Latihan seni adalah latihan gerakan-gerakan seni yang mempertontonkan keindahan seni gerakan silat. Sedangkan latihan fight dimaksudkan untuk tanding. Aku pribadi, ikut yang seni. Latihan seni diadakan setiap jum’at sore di UGM.  Sedangkan yang fight setiap sabtu sore di Universitas Atmajaya Mrican. Ada juga latihan power. Latihan ini untuk pematahan-pematahan. Nah, khusus buat yang power ini. Gurunya keyeen :3 Juara dunia. Meski tidak bisa dipungkiri, guru seni dan fight juga keren :3 Terbukti aku latihan seni dan aku merasa kekerenan guru seniku naik 2% setiap latihan. Hahaha :D

Hasil latihan-latihan tambahan ini dapat dimanfaatkan untuk kejuaraan-kejuaraan. Beberapa bulan yang lalu, ada kejurlat (kejuaraan antar kolat) se-DIY & Jateng. Bertempat di kampus Atmajaya Mrican.  Di kejuaraan-kejuaraan seperti ini kita dapat mengukur kemampuan kita yang sudah dilatihankan selama ini. Uji kebolehan, apakah kita cukup unggul dengan anggota-anggota dari kolat lain. Kalau menang, dapat medali. Seneng kan? :D Selain itu juga nambah pengalaman.

Keliatannya memang capek kalo latihan beladiri. Tapi di UKM ini kami justru dapat merefreshkan pikiran setelah penat di ruang kuliah maupun praktikum. Bolehlah kita sibuk dengan dunia perkuliahan kita, itu memang tugas utama kita, namun alangkah lebih baik dengan diimbangi dengan olahraga yang teratur. Merpati Putih adalah salah satu alternatif yang bagus.  Kita tidak hanya diajari gerakan beladiri, tapi juga olah pernafasan dan pematahan.

Di Merpati Putih Kolat UGM, aku mengenal berbagai macam orang dengan karakter yang berbeda-beda. Prinsipnya sama dengan organisasi atau kegiatan lainnya yang menawarkan hal serupa. Bedanya, di MP aku mendapati orang-orang yang kuat. Tidak hanya secara fisik, tapi juga mental dan hati. Benar-benar menginspirasi. Terimakasih ya, teman-teman MP UGM :) Kalo kata ibu dari salah satu tokoh dalam film Sydney White, “Kamu akan menemukan teman di masa kuliahmu yang akan menjadi temanmu selamanya,” Mungkin di sini gudangnya :D

Penutup, mengutip dari kata-kata alm. Mas Yadi, ketua dewan guru Merpati Putih, “Hormatilah alam semesta maka alam semesta akan menghormati kita.”

[Arina Hasanah]

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 

Switch to our mobile site