Bercengkerama di Kaki Langit; Gunung Merbabu

merbabu

Sudah sewajarnya bila seorang pesilat perlu mendekatkan diri kepada alam. Merasakan suasana dan keindahannya, menenangkan hati dan pikiran, serta saling mendekatkan diri satu sama lain. Salah satu cara kami, para anggota UKM Merpati Putih UGM dan beberapa teman silat lain dalam melakukan hal tersebut yakni dengan mendaki gunung. Udara sejuk tanpa polusi yang meracuni, serta jauh dari hingar-bingar perkotaan merupakan alasan kami memilih Gunung Merbabu sebagai tujuan.

Jum’at 30 Agustus 2013, dimulailah perjalanan kami menuju Gunung yang terletak diantara Salatiga dan Magelang tersebut. Telah kami persiapkan segala hal, termasuk hati dan mental, yang mutlak diperlukan dalam perjalanan ini. Sore itu, perjalanan dimulai dari rumah kami, sekretariat UKM Merpati Putih. Kami secara beriringan memacu motor bersamaan melewati keramaian jalan Yogyakarta menuju Jawa Tengah. Kami memilih jalur pendakian yang berada di desa Kopeng, yaitu suatu daerah di ujung wilayah Kabupaten Semarang. Lamanya perjalanan tidaklah menjadi soal, niat yang telah kukuh mengalahkan lelah di perjalanan.

Kini, sang surya mulai menyembunyikan dirinya dari penglihatan, gelap dan dingin khas suasana kaki gunung dikala malam sangatlah kental. Tak lama kemudian, kami telah sampai di pemberhentian pejalanan motor kami, Basecamp Cuntel nama tempat ini, awal jalur pendakian menuju puncak Merbabu. Kami sejenak beristirahat menghilangkan lelah di badan. Sembari demikian, kami sempatkan pula bercengkrama dengan beberapa pendaki yang baru saja turun dari puncak.

Jam delapan malam, kami pun memulai perjalanan. 12 pesilat MP bersama dengan 2 pesilat dari Pro Patria dan Bima, berjalan beiringan sambil membawa barang bawaan dan perlengkapan. Awalnya hanya gelap dan dingin malam yang menerjang, tapi kini datang gerimis yang tak lama kemudian menjadi hujan dan badai. Tapi itu bukan sebuah masalah yang harus dieluhkan dan takkan buat kami mengangkat tangan. Langkah demi langkah terus kami lakukan menyusuri jalan di tengah pepohonan dan suasana malam. Tak terasa pos demi pos telah kami lewati. Lelah itu sudah pasti, tapi semangat kami pantang untuk dikalahkan.

Tak terasa perjalanan sudah lebih dari satu jam, sampailah kami di pos pertama pendakian Merbabu. Beristirahat sejenak sembari bercengkrama satu sama lain membuat suasana menjadi hangat, dingin malam pegunungan pun mulai tak terasa. Sejenak, kami lanjutkan perjalanan. Namun sebuah masalah menghadang. Salah seorang dari kami tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan. Dinginnya malam ditengah hujan badai membuat kaki teman kami kram dan kaku. Terpaksa kami mencari tempat untuk mendirikan tenda untuk berhenti. Beruntung tak jauh dari tempat itu terdapat dataran rata yang luas dan cukup untuk mendirikan tenda. Dari sana, kelompok kami dibagi menjadi dua, antara yang bertenda dan yang melanjutkan perjalanan.

Delapan dari empat belas orang kembali melanjutkan perjalanan. Kesunyian malam menemani kami saat berjalan menyusuri jalan setapak yang ada menuju pos ketiga. Langkah demi langkah terus kami lakukan tanpa rasa menyerah. Beberapa jam kemudian lelah kami pun terbayarkan. Tepat jam satu malam kami sampai di tempat tujuan, yaitu pos ketiga. Bergegas kami mencari tempat lapang, kemudian membagi tugas antara yang mendirikan tenda dan memasak. Setelah perut kenyang dan tenda didirikan, kami pun tidur berjejalan untuk mengusir dinginnya malam Gunung Merbabu .

Esoknya, pagi mulai mengundang sang mentari keluar dari bayang-bayang bumi. Kami pun tak mau kalah untuk keluar dan kembali mendaki. Sembari berjalan, kami berhenti sejenak untuk menikmati keindahan lukisan Tuhan. Sungguh indahnya negeri ini, masih penuh dengan alam nan hijau membentang.

Sungguh menyenangkan perjalanan kami. Keindahan alam serta kesejukannya menjadikan kami terasa dekat dengannya. Pun, kedekatan kami dengan sesama juga menjadi hal yang tak tergantikan. Semua ini pasti kan membuat kami rindu.

Sampai jumpa alam, sampai berjumpa kembali. [Adi Galis Pambudi/ Merpati Putih UGM]

Suka tulisan ini?

Merpati Putih UGM

MERPATI PUTIH UGM adalah salah satu dari beberapa kolat yang terdapat di cabang Sleman. Sekretariat kami berada di Gelanggang Mahasiswa UGM. Dengan kolat UPN, UII, ATMAJAYA, dan MAN 3, dll, kolat UGM selalu bekerja sama dalam menyelanggarakan berbagai event silat ataupun kegiatan yang lain.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Merpati Putih Kolat UGM