Kesan Pesan di Merpati Putih Kolat UGM

1484332_193439780848475_619747794_n

Haloo 😀 Namaku Arina Hasanah. Beberapa minggu yang lalu aku naik ke tingkat Dasar 2. Meski terhitung baru di Merpati Putih, sudah banyak hal yang bisa aku dapat dari perguruan ini. Tidak hanya ilmu beladiri silat saja, tapi juga persahabatan, pribadi yang lebih baik, dan pemahaman tentang hidup di dunia ini.

Aku ikut Merpati Putih Kolat UGM sejak bulan Oktober 2013. Saat itu Universitas Gadjah Mada sedang Gelex alias Gelanggang Expo yang mewadahi berbagai macam Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas ini, untuk merekrut anggota baru. Setelah membeli formulir pendaftaran, aku ikut latihan perdana hari Kamis.

Latihan pertama, aku bersama temanku telat. Buru-buru kami ke tempat latihan. Tentu saja kami dapat bonus push up dulu karena telat. Setelah itu kami ikuti rangkaian latihan perdana kami. Sewaktu latihan, karena semangat yang menggebu-gebu, nggak kerasa capeknya. Paginya juga nggak kerasa capek. Justru di latihan kedua dan ketiga di hari yang lain, aku merasa capek saat latihan. Capek banget T.T rasanya pengen ngomong sama pelatihnya kalo kami (baca: aku) pegel disuruh gerakan yang lama + megeli. Sejurus kemudian, pelatih kami berkata, “Latihan adalah pemaksaan. Agar tubuh kita terbiasa dengan gerakan-gerakan seperti ini. Kalau tidak dipaksa pada awalnya. Kapan terbiasanya?”. Makjleb. Pasti pelatihnya juga terbiasa dengan tabiat murid baru seperti kami yang selalu berpikiran bahwa ini capek bin megeli.

Nah, ucapan pelatih mulai terbukti di latihan berikutnya. Lama-lama, kami justru mendapatkan manfaat dari latihan kami itu. Badan jadi terasa segar, kaki yang lebih kuat untuk berjalan dan mengayuh sepeda, tidak ngantuk di ruang kuliah, pikiran yang tidak negative thinking terus dengan asisten pelatih. Hehe :p Pokoknya, justru kami (baca: aku) yang menunggu-nunggu saat-saat latihan.

1424542_654313581256637_1007874433_n

Untuk lebih mengenal antar teman seangkatan dan kakak-kakak tingkat, kakak-kakak tingkat ngadain acara malam keakraban tanggal 16-17 November 2013 buat kami 😀 Asik deh pokoknya. Ini kali pertama kami ke Padepokan Merpati Putih di Pantai Parang Kusumo. Woo jadi mbayangin bagaimana orang-orang dari luar Jogja tumpah ruah di padepokan ini kalo sedang acara besar MP :3 Ada acara besar yang diadakan setiap setahun sekali. Namanya Tradisi. Para pendekar Merpati Putih dari seluruh nusantara sampai yag ada di luar negeri, datang ke padepokan ini. Waktu aku lihat foto-fotonya, waw menginspirasi.

Paling seru adalah ketika kita melakukan gerakan kuda-kuda dan gerakan lain tepat di tepi pantai. Bahkan kaki kami ada di dalam air laut. :3 Uuuunyu pokoknya. Berasa macho ^^)9

1513246_670032493018079_1690263740_n

Sabuk pertama yang aku dapat adalah sabuk putih. Kami mengambil sabuk putih itu tanggal 22 Desember 2013 di STTA Yogyakarta. Kebetulan, pengambilan sabuk putih kami bersamaan dengan sarasehan dan latihan gabungan dengan kolat (kelompok latihan) lain. Acara Merpati Putih Cabang Sleman ini dimulai dari tanggal 21 Desember 2013.

Di acara tersebut, kami jadi lebih mengenal tentang sejarah merpati putih beserta orang-orang besar yang berkecimpung di dalamnya. Kami juga jadi mengenal pelatih-pelatih dan asisten-asisten pelatih dari kolat lain. Dan tentu saja, kami jadi mempunyai banyak teman baru dari kolat lain.

Meski badan lelah, kotor, dan bau, tapi keseruan-keseruan yang ada di acara ini membuat kami menikmati sampai di penghujung acara. Secara, kami juga sudah punya sabuk yang mengikat pinggang kami. Ada perasaan bangga tersendiri saat memakai seragam perguruan ini 🙂 Aku jadi ingat bahwa pamanku adalah salah satu pendekar merpati putih. Rasanya senang bisa menjadi pewaris hobi beliau di garis keturunan keluarga besarku 🙂

Setiap kegiatan dan tantangan yang diberikan oleh kakak tingkat, semuanya memiliki makna yang bagus. Dan tentunya jiwa bijak yang ada dalam diri mereka juga berawal dari apa-apa yang sekarang kami rasa dan lakukan.

1888665_712921938729134_1533073464_n

Menjelang Ujian Kenaikan Tingkat, adalah saat-saat yang paling mencemaskan. Mungkin karena aku belum pernah ujian seperti ini sebelumnya. Jadi terasa sekali nervousnya. Kebetulan juga aku nggak ikut Uji Coba Kenaikan Tingkat yang diadakan di UPN. Karena ternyata, dua hari sebelum hari ujicoba, Jogja dilanda hujan debu. Gunung Merapi batuk-batuk. Jadi, semuanya berwana abu-abu karena tertutup debu. Aku juga harus pulang ke kampung halaman. Jadi sayang sekali aku nggak ikut ujicoba ini. Kata teman-teman yang  ikut, uji coba ini cukup memberikan gambaran tentang pematahan. Di sini disediakan balok es untuk dipatahkan. Jadi semuanya mengaplikasikan teknik pematahan yang sudah diajarkan pada saat latihan.

Ujian Kenaikan Tingkat bertempat di UGM bertepatan dengan tanggal 15-16 Maret 2014. Akhirnyaa ujian yang sudah kami persiapkan selama ini datang jugaa 😀 Kami diuji tentang pengetahuan Merpati Putih di ujian tertulis. Setelah itu diuji tentang gerak di ujian gerak. Di ujian ini terjadi kelucuan-kelucuan hingga beberapa dari kami jadi bahan tertawaan seusai acara. Karena ada saat mata kami ditutup dengan sabuk sehingga tidak bisa melihat dan kami diminta untuk melakukan rangkaian gerakan. Sudah bisa ditebak, gerakan kamu lucu bin amburadul.

Ujian di keesokan harinya adalah lari 10 kilometer. Wow, aku nggak pernah lari sejauh itu. Mana cuma dikasih makan choki-choki 10 detik dan setengah gelas air putih -_- tapi nggak papalah setidaknya masih ada air untuk membasahi kerongkongan sebelum lari sejauh itu. Setelah itu, langsung ujian pematahan di rumput bagian selatan hall gelanggang mahasiswa. Kali ini bukan balok es yang akan dipatahkan, tapi beton. Wow. Amazing. Seumur-umur aku belum pernah membayangkan diriku mematahkan benda-benda semacam itu. Mungkin biasanya matahin hati. *ups :p

Latihan hari kamis seusai UKT adalah latihan yang paling melegakan karena diumumkan hasil ujian kenaikan tingkat. Alhamdulillah kami lulus ujian :’D hiks terharu *lebay. Tapi eits, tanggal 29-30 Maret 2014 menunggu kami untuk pembajaan.

1013571_716733428347985_1612763491_n

Pembajaan ini dimaksudkan agar kami seperti baja. Kuat, tahan banting, dan terbiasa dengan keadaan-keadaan minimal. Ada acara yang cukup mengharukan dan menentramkan hati sekaligus membawa hati ini dekat Sang Pencipta. Saat kami mengantarkan matahari tenggelam dari atas gumuk pasir Parang Kusumo. Sambil memejamkan mata. Suara deburan ombak, semilir angin, dan gesekan-gesekan ranting kering di sekitar kami terasa begitu detail. Kesyahduan makin menigkat tatkala rintik hujan mulai turun. Saat kami beranjak kembali ke padepokan, aku melihat bekas di mana tadinya aku duduk sempurna. Apa yang aku renungkan tadi, benar-benar masuk ke hatiku.

Sabuk kedua kami adalah sabuk merah polos. Kami (baca: aku) mendapatkannya di gumuk pasir Parang Kusumo yang pasirnya benar-benar panass. Menggoreng kaki-kaki telanjang kami. Perjuangan sekali untuk mendapatkan sabuk ini. Ini lebih seru dibanding pengambilan sabuk putih. Apalagi saat berusaha memanjat bukit pasir yang lumayan tinggi dengan cara merayap. Pantat (maaf) kami nggak boleh naik. Yang otomatis membuat merayap kami makin susah -_- Nyebelinnya, kaki kami bakalan ditarik turun ke bawah lagi kalo sampai pantat kami naik-naik. Tapi, lambaian sabuk merah yang dipegang kakak tingkat seakan-akan menjadi obor yang membakar semangat kami untuk tetap berjuang. Meski tidak aku pungkiri, bahwa aku sudah terbakar oleh sinar matahari beserta pantulan dari pasir-pasir kering ini -_-

Fokus dan keseimbangan pun juga diuji setelah kami berhasil naik ke bukit, untuk benar-benar mendapatkan sabuk merah kami. Nah, rasakan sendiri kalau penasaran. Dijamin amazing meski waktu itu aku sempet dongkol sedikit. :p

1601044_694487987239196_623796183_n

Selain latihan-latihan wajib dan tetek bengek ujian, ada juga latihan tambahan seni dan fight. Latihan seni adalah latihan gerakan-gerakan seni yang mempertontonkan keindahan seni gerakan silat. Sedangkan latihan fight dimaksudkan untuk tanding. Aku pribadi, ikut yang seni. Latihan seni diadakan setiap jum’at sore di UGM.  Sedangkan yang fight setiap sabtu sore di Universitas Atmajaya Mrican. Ada juga latihan power. Latihan ini untuk pematahan-pematahan. Nah, khusus buat yang power ini. Gurunya keyeen :3 Juara dunia. Meski tidak bisa dipungkiri, guru seni dan fight juga keren :3 Terbukti aku latihan seni dan aku merasa kekerenan guru seniku naik 2% setiap latihan. Hahaha 😀

Hasil latihan-latihan tambahan ini dapat dimanfaatkan untuk kejuaraan-kejuaraan. Beberapa bulan yang lalu, ada kejurlat (kejuaraan antar kolat) se-DIY & Jateng. Bertempat di kampus Atmajaya Mrican.  Di kejuaraan-kejuaraan seperti ini kita dapat mengukur kemampuan kita yang sudah dilatihankan selama ini. Uji kebolehan, apakah kita cukup unggul dengan anggota-anggota dari kolat lain. Kalau menang, dapat medali. Seneng kan? 😀 Selain itu juga nambah pengalaman.

Keliatannya memang capek kalo latihan beladiri. Tapi di UKM ini kami justru dapat merefreshkan pikiran setelah penat di ruang kuliah maupun praktikum. Bolehlah kita sibuk dengan dunia perkuliahan kita, itu memang tugas utama kita, namun alangkah lebih baik dengan diimbangi dengan olahraga yang teratur. Merpati Putih adalah salah satu alternatif yang bagus.  Kita tidak hanya diajari gerakan beladiri, tapi juga olah pernafasan dan pematahan.

Di Merpati Putih Kolat UGM, aku mengenal berbagai macam orang dengan karakter yang berbeda-beda. Prinsipnya sama dengan organisasi atau kegiatan lainnya yang menawarkan hal serupa. Bedanya, di MP aku mendapati orang-orang yang kuat. Tidak hanya secara fisik, tapi juga mental dan hati. Benar-benar menginspirasi. Terimakasih ya, teman-teman MP UGM 🙂 Kalo kata ibu dari salah satu tokoh dalam film Sydney White, “Kamu akan menemukan teman di masa kuliahmu yang akan menjadi temanmu selamanya,” Mungkin di sini gudangnya 😀

Penutup, mengutip dari kata-kata alm. Mas Yadi, ketua dewan guru Merpati Putih, “Hormatilah alam semesta maka alam semesta akan menghormati kita.”

[Arina Hasanah]

Suka tulisan ini?

Merpati Putih UGM

MERPATI PUTIH UGM adalah salah satu dari beberapa kolat yang terdapat di cabang Sleman. Sekretariat kami berada di Gelanggang Mahasiswa UGM. Dengan kolat UPN, UII, ATMAJAYA, dan MAN 3, dll, kolat UGM selalu bekerja sama dalam menyelanggarakan berbagai event silat ataupun kegiatan yang lain.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Merpati Putih Kolat UGM