Latihan Alam MP UGM 18-19 Mei 2013

Sore itu, 18 Mei 2013, sekretariat Merpati putih kolat UGM nampak ramai. Heemm…ada apa yaa..? Bagi yang belum tau nih, ternyata pada tanggal tersebut MP UGM mengadakan acara latihan alam. Terlihat di wajah-wajah peserta juga panitianya semangat yang luber kemana-mana. Yaah,, walaupun kalah ramai jika dibandingkan latihan rutin karena publikasi yang mendadak dan hujan yang sore itu mengguyur kota Yogya, acara tetap dilaksanakan. Sore itu, 26 anggota merpati putih Kolat UGM beserta pelatih dan aspelnya berangkat menuju ke lokasi latihan alam, parangkusumo Yogyakarta.

Sesampainya di Padepokan, kamipun bergegas menunaikan ibadah sholat Maghrib yang dilanjutkan dengan makan sore serta istirahat. Selepas sholat Isya berjamaah, acara pertamapun dimulai yakni sharing dari pelatih yang diisi oleh Mas Mulyadi. Layaknya seorang motivator, dalam sesi pertamanya Mas Mul menjelaskan pada kami tentang seluk beluk ke-organisasi-an dengan cara yang unik. Hanya dengan berbekal secarik kertas, sebatang pulpen, dan sebuah nasihat, kami semua malam itu mendapat pemahaman baru tentang konsep teamwork. Di sesi kedua, Mas Mul kemudian meminta kami untuk menyebutkan visi dan misi pribadi mengenai MP, disini kami diajak saling mengenali pribadi sendiri sekaligus pribadi semua orang yang ada di padepokan malam itu.

Seusai sesi sharing pelatih pada pukul 9 malam, kegiatan dilanjutkan dengan latihan di alam terbuka. Dalam latihan ini, peserta dipisah menurut tingkatan, yakni tingkat Dasar dan Balik. Meski saya tidak tahu pasti apa latihan yang diberikan di tingkat dasar, namun yang saya tahu mereka didampingi oleh 2 orang aspel, sedangkan tingkat balik dipegang oleh Mas Mul sendiri. Setelah 3 jam berlatih, kami kembali ke Padepokan untuk beristirahat. Namun sesampainya disana, ternyata panitia punya ide lain untuk menghabiskan malam tersebut. Acara api unggun, menjadi pilihan untuk menemani gelapnya malam..mantaff ! Pada acara api unggun ini, kami duduk melingkar, mengakrabkan diri, mengelilingi api sembari berbagi. Ada kenikmatan tersendiri yang kami rasakan malam itu. Tanpa terasa, satu setengah jam telah berlalu, dan kini waktunya kami untuk beristirahat, tidur lelap, meski akhirnya sebagian peserta memilih untuk nonton “layar tancep” di padepokan, hadeeehh..=.=

Keesokan harinya, setelah shalat Subuh, kami pun bergegas mengenakan seragam untuk bersiap menjalani kegiatan terakhir. Apa itu..? ternyata….latihan alam di pantai! :D.Diawali dengan pemanasan, kamipun kemudian berjalan beriringan menuju bibir pantai Parangkusumo yang elok dipandang karena sepinya wisatawan pada pagi itu. Kami berbaris dan latihan pun dimulai. Namun sama sekali tidak kami duga, latihan pagi itu ternyata sangat santai. Kali ini Mas Mul lebih menekankan konsep outbound ketimbang konsep latihan perguruan biasa. Dalam latihan ini kami bisa tetap berkompetisi sembari tertawa lepas, meskipun sekedar menertawakan teman-teman kami yang melakukan hal-hal abnormal, hahaha. Bahkan menertawakan diri sendiri..:P Boleh dibilang kalau berbasah-basahan dan tertawa merupakan menu latihan kami pagi itu. Sela istirahat tetap Mas Mul manfaatkan untuk memaparkan esensi dari tiap games yang telah kami lakukan sebelumnya.

Namun sayang seribu sayang, sesi terakhir ini tidak berjalan 100% lancar. Salah satu anggota kami, Asyari Mia mengalami musibah. Saat games berlangsung, kaki mbak Mia tak sengaja masuk ke dalam lubang yang kala itu tak terlihat baginya, dan kemudian terjatuh. Tulang paha kirinya patah. Mas Mul yang melihat hal itu dengan cekatan langsung memberikan pertolongan pertama hanya menggunkan 2 batang kayu seadanya dan 2 sabuk yang disatukan. Tanpa dikomando, kami segera menghubungi Tim SAR Parangtritis. #Trimakasih tim SAR Parkus..:)# Tak lama kemudian Ambulance datang hendak membawa mbak Mia. Mbak Mia pun langsung dilarikan ke RS. Sardjito di Sleman untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Satu hal yang kami kagumi dari Mbak Mia adalah, meskipun dia telah terlukaa amat parah, dia tetap mampu tersenyum, seolah menghibur kami yang harusnya menenangkannya. Saat itu, senyumnya bahkan seolah berkata kepada kami, “semua akan baik-baik saja, kawan.”

Cepat sembuh Mbak Mia…

[Merpati Putih UGM]

Suka tulisan ini?

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>